Video Shooting Pernikahan
Pernikahan

Kenali Bagaimana Wedding Photographer Memberikan Service Setelah Hari H

Seringkali kita temukan beberapa ketentuan-ketentuan yang cukup unik dan berbeda dari praktik-praktik yang dilakukan di luar negeri dengan praktik di dalam negeri. Beberapa hal praktik dari luar negeri ada yang dicantumkan di artikel ini dan bisa dipelajari, tapi tidak semua praktik tersebut baik atau cocok untuk diterapkan di Indonesia. Dari sini, kita bisa mendapatkan beberapa referensi yang mungkin baik untuk industri wedding photography di Indonesia kedepannya, selain mengenal praktik umum apa saja yang sebenarnya sudah diterapkan.

Paket barang yang kemudian didapat setelah wedding photography bisa berbeda-beda tergantung fotografernya. Ini karena tidak ada standar yang baku di industri ini. Tapi tentu produk utama dari service ini adalah album foto pernikahan yang terdiri dari foto-foto pernikahan hingga video shooting pernikahan. Ada berbagai macam cara fotografer pernikahan mengurusi album ini.

Kebanyakan fotografer akan membelikan proof terlebih dahulu. Istilah lainnya disebut juga sebagai dummy. Ini tentu umum dalam industri percetakan. Karena album foto juga erat kaitannya dengan percetakan, tidak heran praktik ini diadopsi juga di wedding photography. Cetakan proof ini terdiri dari foto-foto yang sudah diedit (disunting) sang fotografer untuk disetujui oleh pasangan pengantin apakah akan ditampilkan dalam album atau tidak. Biasanya fotografer akan memberikan hard copy (cetakan foto fisik) dalam bentuk 4 x 5 atau 5 x 6, seperti sebuah “majalah” yang memuat gambar-gambar berukuran “thumbnail”. Gambar thumbnail adalah gambar preview yang sering kita jumpai di aplikasi galeri di ponsel.

Seiring berkembangnya zaman, proof ini kemudian bisa berbentuk digital dan diakses secara online. Gambar-gambar online ini biasanya akan memiliki digital watermark. Jadi branding sang fotografer muncul di foto-foto proof tersebut. Ini karena proof bukanlah produk jadi yang siap dijual/diambil oleh customer.

Setelah pemilihan foto, fotografer bisa menyediakan pilihan album bagi pasangan pengantin. Tentu ada berbagai variasi album foto yang bisa ditawarkan. Tapi bisa juga sang fotografer tidak menyediakan album fisik bila beberapa pasangan berniat mencetak fotonya sendiri. Bisa saja foto dicetak langsung pada lembaran buku yang kemudian dijadikan album, atau dicetak seperti layaknya foto biasa lalu ditempelkan dengan rapi pada album foto. Kebanyakan fotografer menyediakan paket cetak foto tambahan untuk dibeli oleh sang pengantin atau keluarganya. Ada juga yang kemudian mengadakan penjualan online melalui website sang fotografer untuk kemudian dibeli oleh pihak-pihak keluarga yang mungkin berminat.

Beberapa fotografer ada yang memasukkan gambar beresolusi tinggi di paket mereka. Ini memungkinkan klien mereka untuk memproduksi gambar secara terbatas untuk kebutuhan personal, sambil sang fotografer tetap mempertahankan hak cipta mereka atas foto tersebut. Tidak semua fotografer (setidaknya yang umum dilakukan di luar negeri) menyediakan fitur ini. Di luar negeri, foto-foto beresolusi tinggi ini bisa didapatkan dengan biaya yang lebih mahal. Bahkan, hak cipta atas foto pun bisa saja dijual. Ini mungkin terdengar aneh, tapi memang fotografi adalah hasil karya sang fotografer. Oleh karena itu, sebelum menggunakan jasa fotografer, ada baiknya ada kejelasan soal hak penggunaan foto oleh pasangan pengantin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *